Monday, March 21, 2016

Kecemasan Aladdin

Kredit: http://wp.lps.org

"Satu persatu 'doa'ku dijawab. 
Bukannya aku bahagia.. 
Aku jadi ngeri 
karena tahu ada "harga" untuk sebuah keinginan, 
Jin pasti meminta lebih banyak 
dari yang pernah ku inginkan", 

kata Aladdin duduk melongo 
di depan matanya 
hamparan lautan luas tanpa tepi, 
mendesah angin menyibak rambutnya, 
mendesau ombak sesekali memericik air 
ke wajahnya.

Hari ini

Kredit: http://www.goodwp.com

Bersyukur untuk hari ini, 
karena hari ini tak kan terulang lagi.
 
Mungkin akan ada banyak hari-hari 
seperti hari ini besok, 
tapi hari ini tetaplah hari ini.
 
Tak ada ruang-waktu yang sama. 
Ruang-waktu yang sudah dijalani 
tak bisa dikembalikan lagi.

Bersyukur untuk hari ini,
karena hari ini tak kan terulang lagi..

Siapakah Tuhanmu?

 
Kredit: https://c2.staticflickr.com
Suatu hari saat aku mati
Malaikat penjaga makam datang dan nanyain aku:
"Siapakah Tuhanmu?"

"Entahlah", bilangku.

Kedua kalinya malaikat nanyain lagi:
"Siapakah nabimu?"

Bumi dan Langit Yang Baru

Credit: https://www.bhmpics.com

Saat kau pandang langit gelap penuh bintang,
Takkah kau sadar?
Ada banyak dunia di luar sana?
Bumi-bumi yang lain,
kehidupan yang lain,
manusia yang lain,
yang tak pernah dibayangkan?

Kita di sini memang belum mampu pergi ke sana,
seperti kebanyakan makhluk di Bumi,
mati tanpa pernah pergi ke luar angkasa,



Tuesday, March 8, 2016

Ginjal Tiruan Dapat Bebaskan Ribuan Pasien CKD dari Dialisis


Sabtu, 5 Maret, 2016 12:21 (US time)

SAN FRANSISCO --

Saat ini hampir 1,5 juta orang Amerika bertahan hidup dengan bantuan mesin yang ngebuat mereka ga bisa kemana-mana selama beberapa jam di hari-hari tertentu. Tapi sekarang para peneliti dari Bay Area segera akan ngebebasin mereka dari tawanan mesin dialisis.

Diterjemahkan oleh : Willy Illuminatoz

Monday, March 7, 2016

Suka Mementingkan Diri Sendiri atau Lebih Peduli pada Orang Lain? Koneksi di Otak Menyibak Motivasi Tersembunyi Manusia

 Studi baru ngusulin kalo peristiwa saling berjajar antara jaringan saraf tertentu di dalam otak membuat motif seseorang didorong oleh sikap mementingkan diri sendiri ato sikap lebih peduli pada orang lain. Kredit https://qph.is.quoracdn.net
3 Maret 2016 - Science Daily,

Sering banget, sulit sekali buat pahamin sikap seseorang yang dia tunjukkin ke kita, karena motif mereka yang sebenarnya tetap tersembunyi. Tapi, sekarang para peneliti telah ngebuktikan kalo motif seeorang dapat dikenali sebab motif ternyata berkaitan erat dengan interaksi spesifik antar daerah otak yang berbeda. Mereka juga ngejawab gimana motif empati (berbela rasa/ mampu ikut rasain perasaan orang lain) bisa ningkatin sikap lebih peduli pada orang lain pada orang-orang yang sebelumnya dikenal egois.

Sumber: Unversitas Zurich
Gambar:  https://qph.is.quoracdn.net
Diterjemahkan Oleh: Willy Illuminatoz

Friday, March 4, 2016

Kepribadian Mengalahkan Kecerdasan di Sekolah: Tekun, Teliti dan Berpikiran Terbuka Kunci Belajar

Kepribadian lebih berharga daripada kecerdasan supaya bisa sukses di pendidikan. Kredit (Sergey Nivens / Fotolia)
Kepribadian lebih berharga daripada kecerdasan supaya bisa sukses di pendidikan. Kredit (Sergey Nivens / Fotolia)
17 Desember 2014, Science Daily
Penelitian teranyar dari Universitas Griffith telah nemuin kalo kepribadian ternyata lebih penting daripada kecerdasan supaya bisa sukses dalam dunia pendidikan.

Dr Arthur Poropat dari Sekolah Tinggi Griffith untuk Ilmu Psikologi Terapan telah menyelenggarakan ulasan terbesar yang pernah diselenggarakan terkait kepribadian dan prestasi akademik. Beliau membikin ulasan ini mengacu pada faktor kepribadian yang mendasar (seperti Ketekunan, Ketelitian, Berpikiran Terbuka, Sikap Ramah, Kestabilan Emosional, dan Kepribadian Menyenangkan). Akhirnya beliau nemuin kalo Ketekunan, Ketelitian dan Berpikiran Terbuka punya pengaruh paling hebat untuk ngecapai keberhasilan akademis.
***
Sumber: Universitas Griffith
Gambar: https://images.sciencedaily.com
Diterjemahkan oleh: Willy Illuminatoz
***

Thursday, March 3, 2016

Perbedaan Dalam Kemampuan Mental disebabkan oleh Perbedaan di dalam Otak

Citra MRI dari Otak Manusia (stock image). Peneliti Post-doktorakl Patrick Watson mempelajari pertalian antara perbedaan otak individual dengan kemampuan kognitif.
25 Februari 2016 - Science Daily,
 
Setiap orang punya kombinasi sifat kepribadian yang beda-beda: ada yang ceria, ada yang tegar dan ada juga yang cemas. Nah studi baru-baru ini menunjukkan kalo otak juga punya sifat yang berbeda-beda yang menariknya, ikut pengaruhin ciri-ciri anatomi (bentuk fisik) dan kognitif (kemampuan intelektual), seperti misalnya kecerdasan dan memori manusia.
****
Sumber: University of Illinois at Urbana-Champaign
Gambar: https://images.sciencedaily.com
Diterjemahkan oleh: Willy Illuminatoz dari (https://www.sciencedaily.com/releases/2016/02/160225153817.htm)
****

Friday, February 19, 2016

Manusia dan Hewan bagian 2

Di satu pihak manusia lebih dekat pada hewan-hewan; dengan suatu cara yang diliputi kabut rahasia ia muncul dari alam hewani itu dengan meninggalkan sifat-sifat seekor hewan.
Sumber (http://discovermagazine.com)

Bila didekati dari sudut lain pun pikiran ini diperkuat. Secara jasmani manusia memperlihatkan ciri-ciri bahwa ia dilahirkan terlalu cepat (prematur, kelahiran awal). Banyak hewan, yang mirip dengan manusia (seperti misalnya kera-manusia), bila masih dalam kandungan induknya, melintasi suatu tahap di mana mereka lebih mirip dengan manusia dari pada saat mereka dilahirkan dan dalam perkembangan seterusnya. Ini antara lain nampak dari bentuk kepala, poros badan, kulit yang tidak berbulu, pigmen (zat warna kulit) yang hanya sedikit saja. Jadi, dalam perkembangannya hewan-hewan itu meninggalkan bentuk kemanusiaan sebagai suatu tahap peralihan saja.

Manusia dan Hewan bagian 1

Sumber (https://s-media-cache-ak0.pinimg.com)

Manusia merupakan makhluk yang berjalan tegak dengan dua kaki.

Menjadi manusia mengandung pengertian berjalan tegak, sehingga dalam banyak hal tangan dapat mengoper fungsi rahang. Tidak diperlukan lagi otot-otot besar untuk menggerakkan rahang-rahang dan sekaligus membungkus tengkorak, sehingga bagi tengkorak pun jalan terbuka untuk berkembang dan menyediakan ruang lebih besar pula bagi otak. Bola mata pun lebih menonjol, tidak terkubur lagi di dalam tengkorak, dan sepasang mata itu pun kini dapat dipusatkan, dapat [ber]kerja sama dengan tangan.

Mengenal Kehidupan Sosial Orang Dayak Bagian #3: Filosofi Padi

Sumber (http://4.bp.blogspot.com)

Prolog….!

Kamu udah tau di Bagian #2 gimana cara dan sikap orang Dayak ngelola tanah, hutan, dan sumber daya alam di Kalimantan. Sayang sekali klu semua pengetahuan itu hilang dan ga ada yang mau mempelajarinya. Apalagi sekarang, saat isu kerusakan lingkungan santer diteriakkan oleh negara-negara Barat, solusi orang Dayak bisa lho ditampilkan ke permukaan untuk jadi jawaban bagi lingkungan yang sedang dirusak.

Anyway, pada bagian ini aku pengen kenalin kamu sama padi. Padi??? Yupp.., padi! Klo bagi orang jaman sekarang padi ga lebih cuma jadi pengisi perut saat lapar – dalam bentuk beras dan nasi tentunya –, but, bagi leluhur kita, teristimewa orang Dayak, padi menyimpan kisah yang sangat menarik buat diketahui oleh kamu-kamu semua. Simak catatan berikut…!

Met baca guys….!!!

Monday, February 15, 2016

Mengenal Kehidupan Sosial Orang Dayak Bagian #2: Cara Mengatur Kepemilikan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Source (http://e-perpustakaan.com)


Prolog….!

Pada Bagian #1 kamu udah kenal dengan filosofi Rumah Panjang orang Dayak. Gimana menurut kamu sangat menarik bukan? Para leluhur ternyata ga sembarangan dan serampangan membangun rumah. Ada nilai atau filosofi dibaliknya.

Pada Bagian #2, aku akan ngajak kamu mengenal gimana sih cara leluhur orang Dayak mengatur kepemilikan seperti tanah, kebun, dan gimana cara mereka mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam.

Ternyata dalam mengatur kepemilikan dan memanfaatkan sumber daya alam, orang Dayak memiliki semacam filosofi juga yang ga kalah kerennya dibandingkan filosofi Rumah Panjang. Bisa dibilang, dalam prakteknya orang Dayak udah “sadar lingkungan” dan “go green” jauh sebelum paham ini menjadi tren di abad 21.

Thursday, February 4, 2016

Mengenal Kehidupan Sosial Orang Dayak Bagian #1: Rumah Panjang

Sumber (http://4.bp.blogspot.com)


Prolog…!

Suku bangsa Dayak punya sikap hidup sosial yang unik. Sayang kalo generasi muda Dayak ga tahu menahu tentang budaya leluhurnya. So, tulisan ini ditujukan buat generasi muda Dayak dan netizen Indonesia secara luas.

Tujuannya ga lain ga bukan supaya generasi muda Dayak semakin paham cara hidup leluhurnya, menyerap sifat-sifat sejati budaya Dayak dan - yang paling penting - generasi muda Dayak mampu mengolah budaya leluhurnya yang – well, sangat kaya itu – dengan segala kreativitas orang muda untuk ngejawab tantangan kehidupan sosial masa kini.

Friday, November 4, 2011

Essay Mengenai Perilaku Beragama, Kekerasan Beragama, dan Perdamaian Agama

 Source (https://www.eventbrite.com)

Menurut Koentjaraningrat, agama atau yang lebih netral beliau sebut sebagai religi (karena istilah ‘agama’ menurut beliau lebih khusus menunjuk kepada agama-agama yang diakui oleh pemerintah RI dipertentangkan dengan istilah ‘religi’ yang dapat mengacu kepada semua sistem keagamaan secara luas) seperti yang dijelaskan oleh E. Durkheim dalam bukunya Les Formes Elementaires de la Vie Religieuse, religi merupakan gejala kebudayaan yang digetarkan oleh Emosi Keagamaan.

Emosi Keagamaan merupakan proses psikologis dan fisiologis yang terjadi ketika manusia merasakan “bertemu dengan Yang Suci” (meminjam istilah R. Otto, F. Heiler, G. Mensching). Sependapat dengan E. Durkheim mengenai empat komponen religi, Hans Kung menyebutkan bahwa religi merupakan sebuah lived life atau kehidupan yang dijalani sehingga religi bukan sekedar persoalan teoritis, sekedar persoalan masa lalu dan persoalan para peneliti arsip teks-teks suci sehingga, apa yang digambarkan oleh Koentjaraningrat mengenai interaksi dinamis antara keempat komponen suatu sistem religi merupakan religi yang dialami oleh setiap orang sebagai sesuatu yang kontemporer, berdenyut disetiap nadi eksistensi mereka sehari-hari. 

Sunday, October 16, 2011

Tuhan Tanpa Nama dalam Agama Buddha Bagian 5 (Habis)

Source (http://www.fwbo-news.org)

Diterjemahkan oleh: Illuminatoz

Pertanyaan lebih jauh kini muncul berkenaan dengan yang Absolut, yang mana merupakan Ketiadaan Absolut namun bukan semata-mata tidak ada. Memang, pemahaman Kristen mengenai Sang Absolut bukanlah dalam berbagai “bentuk keberadaan” (existent), bukan pula sebagai “bentuk keberadaan yang tertinggi” (supreme existent). 

Jika demikian, mengapa kita tidak diijinkan untuk mengatakan bahwa Sang Absolut adalah Keberadaan Absolut (Absolute Being) atau Keberadaan itu sendiri? Dengan cara ini, kita tentunya tidak – sebagaimana yang dipikirkan oleh Nagarjuna – memberikan attribut kepada Absolut sifat yang datang menjadi dan berlalu, namun sebagai keberadaan yang murni, stabil, dan abadi. Penganut Buddha Jepang Masao Abe, dalam semangat Nishida, bersikeras, dihadapan Tillich, bahwa Tuhan harus dilihat bukan hanya melampaui esensi dan yang ada, personal dan impersonal, melainkan juga sebagai yang melampaui keberadaan dan bukan keberadaan. 

Tuhan Tanpa Nama dalam Agama Buddha Bagian 4


Kredit: http://resources.touropia.com


Diterjemahkan oleh: Illuminatoz

3. Ketiadaan

Dalam filsafat kaum Buddha, bahkan istilah “ketiadaan/nothingness” tidak boleh dipahami dalam pengertian kaum nihilist, sebuah fakta yang membuat jelas masalah ini khususnya berasal dari Japanese Kyoto School yang dikepalai oleh Kitaro Nishida (1870-1945), yang seringkali disebut Bapak filosofi Jepang modern dan yang juga tergabung khususnya dalam penanggulangan sekularisasi modern dan ilmu pengetahuan, juga dengan ateisme dan nihilisme. 

Kyoto School mewakili usaha orang Jepang untuk mengembangkan sintesis antara filosofi Barat dan Timur. Dalam karyanya, Nishida berurusan dengan banyak sekali filsuf Barat: dengan Leibniz, Kant, Fichte dan Hegel, dan juga bersama Nicholas dari Cusa, Descartes, dan Spinoza. Dia menulis dengan gaya yang lebih meditatif dan evokatif dari pada jelas dan tepat. Filsafatnya memuncak pada konsep mengenai “Ketiadaan” yang absolut (Jepang, mu). 

Tuhan Tanpa Nama dalam Agama Buddha Bagian 3

Source (https://edoshonin.files.wordpress.com)

Diterjemahkan oleh: Illuminatoz

2. Kekosongan

Istilah “kekosongan” (Sanskrit “sunyata”), sebagaimana biasanya digunakan untuk menyebut yang Absolut khususnya oleh filsuf yang berasal dari Selatan India Nagarjuna, pendiri sekolah Madhyamika, dan diadopsi secara besar-besaran oleh aliran Mahayana, juga oleh aliran Zen, tidak harus dipahami (sesuatu yang lebih dari nirwana) sebagai sebuah gagasan negatif belaka. Nagarjuna, dimasukkan oleh Karl Jaspers diantara karyanya “filsuf-filsuf besar”, tetapi secara khusus pada pendirian agama Buddha – setia mengikuti Buddha dan sebagai sesuatu yang berlawan dengan Hinduisme – mempertahankan “jalan tengah” (= Madhyamika) tidak hanya antara hedonisme ekstrim dan aksetisme ekstrim melainkan pula antara penegasan dan peniadaan. Hanya melalui jalan “kekosongan” lah – dengan menanggalkan motif-motif khusus, pendirian, kategori – manusia dapat meraih nirwana.

Tuhan Tanpa Nama dalam Agama Buddha Bagian 2

 Source (https://i.ytimg.com)

Diterjemahkan oleh: Illuminatoz

1. Nirwana

Apakah keliru bahwa Buddhisme seringkali digambarkan tidak hanya bersifat ateistik bahkan juga bersifat nihilistik? Namun, apakah pengertian “nirwana” itu? Nirwana berarti (berasal dari akar kata Sanskrit va = “padam”/“blow out”) menjadi “terhembus”, “terpadamkan”, kedalam sebuah ketenangan abadi, tanpa hasrat, tanpa penderitaan, tanpa kesadaran – sebagaimana lilin menyala yang padam atau seperti tetesan air yang menyatu di samudera. Siapa saja yang tidak mengatasi keinginannya akan hal-hal duniawi selama dia hidup saat ini akan menghukum dirinya kepada kelahiran kembali (transmigrasi) setelah mati. Sebaliknya, seseorang yang mengatasi keinginannya akan hal-hal duniawi dan mendapat pencerahan, sehingga mencapai penyusutan hasrat dan kondisi ketenangan mental, mungkin akan mengalami nirwana – walaupun belum sepenuhnya – pada masa hidupnya.

Tuhan Tanpa Nama dalam Agama Buddha Bagian 1

 Source (http://cdn3.gbtimes.com)

Diterjemahkan oleh: Illuminatoz

Buddhisme

Buddhisme nampaknya mengambil posisi yang sangat berlawan dengan pemahaman Kristen mengenai Tuhan. Buddhisme telah menunjukkan kekuatan yang besar selama beberapa abad belakangan ini: bukan hanya karena kemampuannya bertahan dalam dunia yang semakin sekuler dan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan sosiologis tetapi juga daya tarik yang sangat kuat untuk menelaah ajaran Buddha bahkan sampai hari ini tetap menarik minat para intelektual Barat untuk menelaahnya (kita barangkali ingat dengan ketertarikan Schopenhauer dan kita dapat melihat kesejajarannya dalam Heidegger). 

Saturday, October 15, 2011

Menumpahkan Isi Pikiran

 Sumber (http://ideas.evite.com/)

Tidak tahu ingin menulis apa hari ini. Sebenarnya sih, aku sudah punya rencana ingin berbagi sesuatu kepada pembaca sekalian, tetapi belum aku persiapkan. Aku juga agak malu kalo blog ini tidak terisi sesuatu. Padahal tujuan awalnya agar aku bisa share hidup dan karyaku kepada orang lain.

Well, hari ini aku mau share tentang apa yang aku alami akhir-akhir ini. Tidak ada yang spesial sih, kegiatanku biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa. Tampaknya aku senang sekali berdiskusi di facebook khususnya mengenai hal-hal yang berbau agama dan filsafat. Aku memang senang hal-hal seperti itu. Karena pikiranku penuh rasa ingin tahu akan hal-hal yang misterius. Aku juga suka teori konspirasi populer yang ada di masyarakat.

Tapi walaupun aku suka yang demikian, aku tidak membiarkan diriku larut lantas percaya membabi buta. Hanya sekedar bacaan ringan saja (biasanya bacaan ringan itu komik dan sejenisnya). Memang sih pusing sedikit juga hahaha...

Mungkin dilain waktu aku akan share pandangan hidupku. Sekarang aku ingin cerita saja tentang acara ulang tahun yang brutal kemarin malam yang terjadi disalah satu rumah kawan.

Ceritanya begini...